Information Systems
KOMUNIKASI
DATA
Dosen Pengampu : Drs. Daliyo,
Dipl. Comp.
DISUSUN OLEH:
Nama : ......................
Nim :
............................................
Program Studi :
..................................................
MTs
MA’ARIF NU 1 JATILAWANG
TAHUN
2013
1. Komunikasi Data
Komunikasi data adalah merupakan bagian dari
telekomunikasi yang secara khusus
berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan
informasi diantara komputerkomputer
dan piranti-piranti yang lain dalam bentuk digital
yang dikirimkan melalui
media komunikasi data. Data berarti informasi yang
disajikan oleh isyarat digital.
Komunikasi data merupakan baguan vital dari suatu
masyarakat informasi karena
sistem ini menyediakan infrastruktur yang memungkinkan
komputer-komputer dapat
berkomunikasi satu sama lain.
1.1 Komponen Komunikasi Data
·
Pengirim, adalah piranti yang mengirimkan data
·
Penerima, adalah piranti yang menerima data
·
Data, adalah informasi yang akan dipindahkan
·
Media
pengiriman, adalah media atau saluran yang digunakan untuk mengirimkan
data
·
Protokol, adalah aturan-aturan yang berfungsi untuk menyelaraskan
hubungan.

Gambar.
Komunikasi data
2. Perbedaan Sinyal/Isyarat Analog
Dengan Digital
2.1 Sinyal Analog
Sinyal analog adalah sinyal data
dalam bentuk gelombang yang yang kontinyu,
yang membawa informasi dengan
mengubah karakteristik gelombang.
Dua parameter/karakteristik
terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah
amplitude dan frekuensi. Isyarat
analog biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus,mengingat gelombang sinus
merupakan dasar untuk semua bentuk isyarat analog. Hal ini didasarkan kenyataan
bahwa berdasarkan analisis fourier, suatu sinyal analog dapat diperoleh dari
perpaduan sejumlah gelombang sinus.
Dengan menggunakan sinyal analog,
maka jangkauan transmisi data dapat
mencapai jarak yang jauh, tetapi
sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise. Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang
sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phase.
·
Amplitudo
merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal
analog.
·
Frekuensi
adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan
detik.
·
Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu.
2.2 Sinyal Digital
Sinyal digital merupakan sinyal
data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami
perubahan yang tiba-tiba dan
mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya
memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan
1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau,
tetapi transmisi dengan sinyal
digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data
yang relatif dekat.
Biasanya sinyal ini juga dikenal
dengan sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua
keadaan ini biasa disebut dengan
bit. Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital.
Sebuah bit dapat berupa nol (0)
atau satu (1). Kemungkinan nilai untuk sebuah bit
adalah 2 buah (21). Kemungkinan nilai untuk 2 bit
adalah sebanyak 4 (22), berupa
00,
01, 10, dan 11. Secara umum, jumlah
kemungkinan nilai yang terbentuk oleh
kombinasi n bit adalah sebesar 2n buah.
3. Protokol
Protokol adalah sebuah aturan yang mendefinisikan
beberapa fungsi yang ada dalam
sebuah jaringan komputer, misalnya mengirim pesan,
data, informasi dan fungsi lain
yang harus dipenuhi oleh sisi pengirim dan sisi
penerima agar komunikasi dapat
berlangsung dengan benar, walaupun sistem yang ada
dalam jaringan tersebut berbeda
sama sekali. Protokol ini mengurusi perbedaan format
data pada kedua sistem hingga
pada masalah koneksi listrik.
Standar protokol yang terkenal yaitu OSI (Open System Interconnecting) yang
ditentukan oleh ISO (International
Standart Organization).
3.1 Komponen Protokol
1. Aturan atau prosedur
·
Mengatur
pembentukan/pemutusan hubungan
·
Mengatur
proses transfer data
2. Format atau bentuk
·
representasi
pesan
3. Kosakata (vocabulary)
·
Jenis pesan
dan makna masing-masing pesan
3.2 Fungsi Protokol
Secara umum fungsi dari protokol
adalah untuk menghubungkan sisi pengirim dan
sisi penerima dalam berkomunikasi
serta dalam bertukar informasi agar dapat berjalan
dengan baik dan benar. Sedangkan
fungsi protokol secara detail dapat dijelaskan
berikut:
· Fragmentasi dan reassembly
Fungsi dari fragmentasi dan reasembly adalah membagi informasi yang
dikirim
menjadi beberapa paket data pada
saat sisi pengirim mengirimkan informasi
dan setelah diterima maka sisi
penerima akan menggabungkan lagi menjadi
paket informasi yang lengkap.
· Encaptulation
Fungsi dari encaptulation adalah melengkapi informasi yang
dikirimkan dengan
address, kode-kode koreksi dan lain-lain.
· Connection control
Fungsi dari
Connection control adalah
membangun hubungan (connection)
komunikasi
dari sisi pengirim dan sisi penerima, dimana dalam membangun
hubungan
ini juga termasuk dalam hal pengiriman data dan mengakhiri
hubungan.
· Flow control
Berfungsi sebagai pengatur
perjalanan datadari sisi pengirim ke sisi penerima.
· Error control
Dalam
pengiriman data tak lepas dari kesalahan, baik itu dalam proses
pengiriman
maupun pada waktu data itu diterima. Fungsi dari error control
adalah
mengontrol terjadinya kesalahan yang terjadi pada waktu data
dikirimkan.
· Transmission service
Fungsi dari transmission service adalah memberi
pelayanan komunikasi data
khususnya yang berkaitan dengan prioritas dan keamanan
serta perlindungan
data.
3.3 Susunan Protokol
Protokol jaringan disusun oleh dalam bentuk
lapisan-lapisan (layer). Hal ini
mengandung arti supaya jaringan yang dibuat nantinya
tidak menjadi rumit. Di dalam
layer ini, jumlah, nama, isi dan fungsi setiap layer
berbeda-beda. Akan tetapi tujuan
dari setiap layer ini adalah memberi layanan ke layer
yang ada di atasnya. Susunan dari
layer ini menunjukkan tahapan dalam melakukan
komunikasi.
Antara setiap layer yang berdekatan terdapat sebuah
interface. Interface ini
menentukan layanan layer yang di bawah kepada layer
yang di atasnya. Pada saat
merencanakan sebah jaringan, hendaknya memperhatikan
bagaimana menentukan
interface yang tepat yang akan ditempatkan di antara
dua layer yang bersangkutan.
3.4 Standarisasi Protokol (ISO
7498)
ISO (International Standard Organization) mengajukan
struktur dan fungsi protocol
komunikasi data. Model tersebut dikenal sebagai OSI
(Open System Interconnection)
Reference Model.
Terdiri atas 7 layer (lapisan) yang mendefinisikan
fungsi. Untuk tiap layernya dapat
terdiri atas sejumlah protocol yang berbeda,
masing-masing menyediakan pelayanan
yang sesuai dengan fungsi layer tersebut.
1. Application Layer: interface antara aplikasi yang dihadapi user and resource
jaringan yang diakses. Kelompok aplikasi dengan
jaringan:
· File transfer dan metode akses
· Pertukaran job dan manipulasi
· Pertukaran pesan
2. Presentation Layer: rutin standard me-presentasi-kan data.
· Negosiasi sintaksis untuk
transfer
· Transformasi representasi data
3. Session Layer: membagi presentasi data ke dalam babak-babak (sesi)
· Kontrol dialog dan sinkronisasi
· Hubungan antara aplikasi yang
berkomunikasi
4. Transport Layer:
· Transfer pesan (message)
ujung-ke-ujung
· Manajemen koneksi
· Kontrol kesalahan
· Fragmentasi
· Kontrol aliran
5. Network Layer: Pengalamatan dan pengiriman paket data.
· Routing
· Pengalamatan secara lojik
· setup dan clearing (pembentukan
dan pemutusan)
6. Data-link Layer: pengiriman data melintasi jaringan fisik.
· Penyusunan frame
· Transparansi data
· Kontrol kesalahan
(error-detection)
· Kontrol aliran (flow)
7. Physical Layer: karakteristik perangkat keras yang mentransmisikan sinyal data.
4. Router, Bridge dan Repeater
4.1 Router
Router adalah merupakan piranti yang menghubungkan dua
buah jaringan yang
berbeda tipe maupun protokol. Dengan router dapat
dimungkinkan untuk :
·
Menghubungkan
sejumlah jaringan yang memiliki topologi dan protokol yang
berbeda.
·
Menghubungkan
jaringan pada suatu lokasi dengan jaringan pada lokasi yang
lain.
·
Membagi
suatu jaringan berukuran besar menjadi jaringan-jaringan yang
lebih kecil dan mudag untuk
dikelola.
·
Memungkinkan
jaringan dihubungkan ke internet dan informasi yang tersedia
dapat diakses oleh siapa saja.
·
Mencari
jalan terefisien untuk mengirimkan data ke tujuan.
·
Melindungi
jaringan dari pemakai-pemakai yang tidak berhak dengan cara
membatasi akses terhadap
data-data yang tidak berhak untuk diakses.
4.2 Bridge
Bridge adalah jenis perangkat
yang diperlukan jika dua buah jaringan bertipe sama
(ataupun bertopologi berbeda)
tetapi dikehendaki agar lalu lintas lokal masing-masing jaringan tidak saling
mempengaruhi jaringan yang lainnya. Bridge memiliki sifat yang tidak mengubah
isi maupun bentuk frame yang diterimanya, disamping itu bridge memiliki buffer
yang cukup untuk menghadapi ketidaksesuaian kecepatan pengiriman dan penerimaan
data.
Adapun alasan menggunakan bridge adalah sebagai
berikut :
·
Keterbatasan
jaringan, hal ini terkait erat dengan jumlah maksimum stasiun,
panjang maksimum segmen, dan
bentang jaringan
·
Kehandalan
dan keamanan lalu lintas data, bridge dapat menyaring lalu lintas data
antar dua segmen jaringan
·
Semakin
besar jaringan, performa atau unjuk kerja semakin menurun
·
Bila dua
sistem pada tempat yang berjauhan disambungkan, penggunaan bridgedengan saluran
komunikasi jarak jauh jauh lebih masuk akal dibandingkan dengan menghubungkan
langsung dua sistem tersebut
4.3 Repeater
Repeater adalah piranti yang berfungsi untuk
memperbaiki dan memperkuat sinyal
atau isyarat yang melewatinya, Dua sub jaringan yang
dilewatkan pada repeater
memiliki protokol yang sama untuk semua lapisan.
Repeater juga berfungsi untuk
memperbesar batasan panjang satu segmen. Sehingga
dapat digunakan untuk
memperpanjang jangkauan jaringan.
0 komentar:
Posting Komentar